LES PRIVAT TK-SD-SMP-SMA-SMK-UMUM SURABAYA SIDOARJO GRESIK. MATEMATIKA, IPA, IPS, FISIKA, KIMIA, BIOLOGI, AKUNTANSI, EKONOMI, BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS, BAHASA ARAB, PKN, KOMPUTER. LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR SUPRAUNO: 08222 666 1656

Sudah Ada Keluarga Terima Santunan Rp300 Juta dari AirAsia

Sudah Ada Keluarga Terima Santunan Rp300 Juta dari AirAsia

VIVAnews - Manajemen AirAsia melakukan pendekatan personal, mendekati satu persatu keluarga penumpang AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura, yang hilang di Selat Karimata, Kalimantan Tengah, Minggu 28 Desember 2014 lalu.

Beredar informasi, AirAsia telah pemberian santunan awal yang besarnya Rp300 juta untuk satu orang korban. Dan, akan ada tahap berikutnya. Menurut mereka, ini bagian dari proses awal sesuai dengan regulasi pemerintah.
Sudah Ada Keluarga Terima Santunan Rp300 Juta dari AirAsia
"Untuk jumlahnya, kita masih menunggu keputusan pemerintah," kata Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia, Kapten Ahmad Sadikin di Polda Jawa Timur, Selasa 6 Januari 2015.

Katanya, semua keluarga korban telah diundang ke Hotel Alana, di kawasan Jalan Ketintang, Surabaya, untuk membicarakan persyaratan yang harus dikumpulkan untuk prosedur pencairan‎ santunan.

"Kita masih sebatas one by one, tidak keseluruhan. Hanya kepada keluarga korban yang sudah teridentifikasi saja. Karena, kami dan sebagian pihak keluarga berharap, penumpang yang belum ditemukan bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ujar Sadikin.

Sementara itu, di rumah persemayaman jenazah Adi Jasa di Jalan Demak, Surabaya Utara, Fandi Thejakusuma, keluarga dari salah satu korban, Hendra Gunawan, menyebutkan bahwa memang ada undangan dari pihak menejemen AirAsia.

"Undangan tertulis dari jam 13.00 WIB sampai selesai," ujar Fandi.

Menurutnya, pertemuan antara keluarga korban dengan menejemen AirAsia itu, mayoritas keluarga korban belum ada yang menanggapi.

"Artinya, kita belum menyatakan menolak nilai santunan yang ditawarkan sebesar Rp300 juta, tetapi juga belum menyatakan menerima," katanya.

Fandi menyebut, keluarga korban mengaku masih fokus menunggu hasil pencarian dan identifikasi korban oleh Tim Disaster Victims Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Dia mengakui, ada sebagian keluarga korban, terutama yang dari luar Jawa yang mengambil uang santunan Rp300 juta tersebut.

"Saya maklum, mungkin karena rumahnya jauh dan dia butuh biaya untuk keperluan sehari-hari selama menunggu hasil identifikasi di Surabaya," katanya.

Baginya, secara pribadi, uang santunan dari AirAsia disebutnya bisa diurus belakangan. Saat ini, ‎keluarganya lebih fokus dulu pada hasil identifikasi

"Keluarga saya masih lima orang yang belum ketemu. Baru dua orang dari keluarga Gunawan yang sudah berhasil diidentifikasi, yaitu The Meiji Thejakusuma (44) dan Jie Stevie Gunawan (10)," katanya.

Kedua jenazah keluarga Gunawan tersebut, hingga kini masih disemayamkan di Ruang VIP J Rumah Duka Yayasan Adi Jasa.

"Hari Kamis tanggal 8 Januari lusa, kita masih sibuk melakukan pemakaman dua jenazah di Pemakaman Gunung Gangsir di Pasuruan," katanya.

Pihak AirAsia dalam beberapa kesempatan belum bersedia membeberkan total nilai santunan asuransi yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga korban.
CEO AirAsia, Tony Fernandes, maupun Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widiatmoko, belum buka suara soal itu.

Mereka menyatakan belum saatnya, membahas soal santunan, karena pihak keluarga korban masih berduka.

Terpisah, saat ditemui VIVAnews, Anggota DPR RI Komisi VI, Bidang Pelayanan Konsumen, dari Dapil Surabaya-Sidoarjo, Bambang Haryo, sejak awal sudah menyarankan, agar AirAsia membeberkan nilai santunan asuransi yang akan diberikan kepada masing-masing korban.

"Harusnya sudah diumumkan sejak awal AirAsia mengalami kecelakaan melalui press conference. Biar semuanya tahu. Semisal, kalau ada santunan awal itu nilainya berapa dan total asuransinya semua berapa. Jadi, mengumumkannya tidak secara pendekatan personal. Itu, biar pihak keluarga tidak bingung dan merasa dibohongi. Kalau lewat press conference kan, pihak keluarga sudah tahu nilai asuransi yang akan diterima dari pemberitaan media," kata Bambang Haryo. (asp)
LBBSUPRAUNO
Terima kasih atas kunjungan anda. Lembaga bimbingan belajar suprauno adalah lembaga pendidikan yang fokus terhadap pembelajaran siswa agar menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi.Dan terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Sudah Ada Keluarga Terima Santunan Rp300 Juta dari AirAsia.
Bagi Artikel!

Artikel Terkait

Comments
0 Comments

belajar