LES PRIVAT TK-SD-SMP-SMA-SMK-UMUM SURABAYA SIDOARJO GRESIK. MATEMATIKA, IPA, IPS, FISIKA, KIMIA, BIOLOGI, AKUNTANSI, EKONOMI, BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS, BAHASA ARAB, PKN, KOMPUTER. LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR SUPRAUNO: 08222 666 1656

Beasiswa S-3 Dikti-Neso ke Belanda

Beasiswa S-3 Dikti-Neso ke Belanda

DEPOK, KOMPAS.com — Calon mahasiswa miskin yang lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri mendapat simpati banyak pihak. Mereka yang sebelumnya kesulitan dana mendapat bantuan biaya pendaftaran. Mereka menyambut kabar ini dengan sukacita, impian kuliah di perguruan tinggi negeri di depan mata.

”Saya sudah dihubungi Pak Arie Soesilo dari UI, kemudian dihubungkan dengan manajer Fakultas Ilmu Budaya. Beliau mengatakan bahwa saya bisa mendapat beasiswa Bidik Misi,” tutur Dodi Dores (19), calon mahasiswa Jurusan Sastra Rusia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Selasa (26/7), di Depok, Jawa Barat.

Arie Soesilo, Direktur Hubungan Alumni Universitas Indonesia, tergerak dengan persoalan ini. Seketika setelah membaca berita ini, jaringan alumni UI menggalang komunikasi. Selanjutnya mengupayakan bantuan kepada Dodi yang diterima di Jurusan Sastra Rusia.

”Komitmen kami anak miskin yang memiliki kapasitas intelektual harus dibantu. Apalagi, Dodi masuk melalui seleksi yang digelar sendiri oleh UI. Tidak semua calon mahasiswa dapat menembus jalur ini, tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada jalur lain,” kata Arie.

Sementara ini biaya pendaftaran Dodi diringankan seringan mungkin. Pada saat dia menjalani masa kuliah, Dodi bisa mendapatkan beasiswa Bidik Misi. ”Membantu mahasiswa seperti Dodi sudah beberapa kali dilakukan. Karena itu, kami perlu informasi yang lengkap untuk membantu mereka,” kata Arie.

Sebelum menerima kabar mendapat beasiswa itu, Dodi mendapat informasi mengenai besaran uang pangkal Rp 1 juta dan biaya operasional Rp 650.000. ”Saya dan orangtua lega sudah ada yang membantu biaya pendaftaran kuliah. Terima kasih kepada yang membantu saya,” kata Dodi.

Dodi merupakan anak tukang ojek yang tinggal di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Dia salah satu siswa sekolah gratis, Sekolah Terbuka Yayasan Bina Insan Mandiri. Rekan satu sekolahnya, yaitu Muhammad Muar (19) dan Tutik Pujiati (20), juga menghadapi persoalan yang sama.

Muar, anak tukang sayur, diterima di Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta. Adapun Tutik, asal Blora, Jawa Tengah, diterima di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, di Ciputat, Tangerang Selatan.

Simpati pembaca segera berlanjut dengan respons yang cepat setelah mengetahui kabar ini sejak berita pertama diturunkan di Kompas.com, Senin (25/6) pukul 13.54. Seorang pembaca yang tidak ingin disebut namanya langsung menanyakan cara membantu mereka. Saat itu juga pembaca tersebut memastikan menanggung biaya untuk Muar.

”Alhamdulillah, cepat sekali ada bantuan, terima kasih,” katanya.

Siapkan berkas

Muar saat ini sedang menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran ulang. Anak ketiga dari enam bersaudara ini paling lambat harus menyelesaikan daftar ulangnya pada 1 Agustus 2011.

Kegelisahan tidak lagi membebani Muar. Saat Kompas berbincang dengannya, berkali-kali dia menyatakan rasa syukurnya.

Baik Dodi, Muar, maupun Tutik merupakan anak dari keluarga miskin. Dodi dan Muar pernah hidup di jalan, mengamen untuk mencari tambahan uang. Sementara Tutik hidup mandiri dengan bekerja sebagai operator mesin fotokopi.

Latar belakang pemberi bantuan mereka beragam. Ada pejabat pemerintah, politisi, karyawan swasta, baik alumni UI maupun solidaritas komunitas daerah di Jakarta.

”Ada teman sesama Blora yang ingin membantu (Tutik), bagaimana,” tutur Dewi, karyawati sebuah perusahaan di Jakarta.

Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati mengatakan, ada program bantuan untuk mahasiswa miskin. Saat ini panitia sedang mendata mahasiswa yang berhak menerimanya. Pihak UI, katanya, tidak ingin beasiswa tersebut salah sasaran.

”Kami sangat hati-hari memutuskannya. Ada anggaran Rp 30 miliar beasiswa beragam jenis,” kata Devie. (NDY)
Sumber :
Kompas Cetak
LBBSUPRAUNO
Terima kasih atas kunjungan anda. Lembaga bimbingan belajar suprauno adalah lembaga pendidikan yang fokus terhadap pembelajaran siswa agar menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi.Dan terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Beasiswa S-3 Dikti-Neso ke Belanda.
Bagi Artikel!

Artikel Terkait

Comments
0 Comments

belajar